Minggu, 11 Maret 2012

PEMIMPIN DALAM ISLAM

Persoalan kepemimpinan adalah persoalan yang sangat penting dan strategis, karena ia sangat menentukan nasib sebuah masyarakat dan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa di antara ciri masyarakat yang unggul dan menguasai peradaban adalah masyarakat memiliki pemimpin yang berwibawa, tegas dan adil, berpihak pada kepentingan masyarakat, memiliki visi yang kuat, dan mampu menghadirkan  perubahan kearah yang  lebih baik.
Ajaran Islam secara tegas menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan variabel yang tidak boleh diabaikan dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Al-Quran telah banyak memberikan gambaran tentang adanya hubungan positif antara pemimpin yang baik dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam, seorang nabi yang juga dipercaya untuk memegang amanah mengelola keuangan dan perekonomian masyarakat. Nabi Yusuf, dengan bermodalkan kejujuran dan kecerdasannya (QS. Yusuf: 55), mampu menyelamatkan Mesir dari krisis pangan dan krisis ekonomi berkepanjangan.
Di bawah kepemimpinan beliau, Mesir mampu mempertahankan tingkat kemakmurannya meskipun kondisi perekonomian global saat itu berada pada situasi yang tidak menguntungkan akibat musim paceklik yang sangat dahsyat, sehingga supply barang kebutuhan pokok menjadi terganggu.
Demikian pula dengan kepemimpinan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang mampu menciptakan revolusi peradaban hanya dalam waktu 23 tahun. Beliau adalah tipikal pemimpin yang sangat luar biasa dan tidak ada tandingannya. Potensi para sahabat mampu dioptimalkan dengan baik, sehingga mereka dapat memerankan dirinya sebagai anasirut taghyir atau agen-agen perubahan masyarakat. Bagaimana Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu, dengan potensi yang dimilikinya, oleh Rasulullah dijadikan sebagai kunci penting yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kemudian Abu Bakar radhiyallahu 'anhu dan Umar bin Khattab radhiyallu 'anhu, dipersiapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai negarawan besar. Demikian pula dengan Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu yang dioptimalkan perannya yang sangat disegani dan ditakuti dunia pada saat itu. Ali bin Abi Thallib radhiyallahu 'anhu  dididik menjadi ilmuwan dan pemimpin yang dipersiapkan sejak muda. Abu Zhar al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, yang dididik menjadi tokoh yang menjadi penyeimbang dan pengingat penguasa untuk tidak bermain-main dengan jabatannya. Masih banyak contoh para sahabat lainnya, yang mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban manusia.
Yang sangat luar biasa adalah, Rasul mampu menjadikan mereka sebagai tim yang solid dan kompak, sehingga melalui tangan mereka dakwah Islam tersebar luas ke seluruh Jazirah dan ke penjuru dunia. Kesemuanya membuktikan bahwa persoalan kepemimpinan bukan merupakan persoalan kecil yang dapat dipermainkan. Ia adalah persoalan serius yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di yaumil akhir. Karena itu, ajaran Islam telah mengingatkan umatnya untuk berhati-hati di dalam memilih pemimpin, karena salah memilih memimpin berarti sama dengan turut berkontribusi dalam menciptakan kesengsaraan masyarakat. Tanggung jawab seorang pemimpin sangat besar  baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia.
Wajarlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah bisa tidur nyenyak sebelum memastikan bahwa masyarakatnya bisa tidur nyenyak. Bahkan hal tersebut terbawa hingga menjelang ajal, dimana beliau sangat mengkhawatirkan keadaan umatnya. Karena itu, Rasulullah telah mengingatkan bahwa pemimpin yang baik dan adil akan menjadi salah satu dari 7 golongan yang akan mendapat naungan dan perlindungan Allah di hari kiamat nanti (HR Bukhari), dan sebaliknya pemimpin yang kejam dan tidak amanah, merupakan salah satu dari 3 kelompok yang kategorikan sebagai penyakit kronis agama (HR Daelamy), yang hanya akan membawa kemadharatan dan kesengsaraan bagi agama dan masyarakat. 
Karena persoalan kepemimpinan terkait dengan urusan dunia dan akhirat, maka Al-Qur'an melarang kaum muslimin mengangkat pemimpin non muslim yang memusuhi Allah dan RasulNya serta kaum muslimin secara keseluruhan (QS. Al-Quran Mumtahanah: 1). Terdapat pula larangan mengangkat pemimpin dari kalangan Yahudi dan Nasrani (QS. Al-Maidah: 51). Juga melarang mengangkat pemimpin yang mempermainkan ajaran agama (QS Al-Maidah: 57-58). Dan salah satu doa yang selalu dibaca oleh 'ibadurrahman (hamba-hamba Allah), adalah doa yang berkaitan dengan kepemimpinan dari kalangan orang-orang yang bertawa (QS. Al-Furqan: 74).
Dari ayat-ayat tersebut, dapatlah diketahui bahwa kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur'an adalah amanah yang sangat berat, yang pertanggungjawabannya bersifat duniawi dan ukhrawi, dan berdimensi ibadah. Ketaatan kepada pemimpin merupakan keniscayaan bagi orang-orang yang beriman (QS An-Nisa' : 59).

Ciri Pemimpin yang Baik.

Ada beberapa ciri pemimpin yang baik, yang akan berhasil dalam kepemimpinannya.
  • Senantiasa bersikap adil dan menjunjung tinggi kebenaran. Begitu pentingnya masalah ini sampai-sampai Rasulullah menyatakan sejamnya keadilan pemimpin jauh lebih baik dibandingkan dengan seribu rakaat shalat sunnah (al-hadits). Pemimpin yang adil, disamping ilmunya para ulama, kepemurahannya kaum kaya, dan doanya kaum dhuafa akan menjadi pilar utama.
  • Senantiasa menjadi pengayom dan pembela masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi. Kehidupan menjadi tenteram dan bahagia. Kebijakan yang dikeluarkan pun tidak akan menjadi kebijakan yang merugikan rakyat. Ketika terjadi konflik antara kepentingan rakyat kecil, maka ia akan lebih memilih untuk membela kepentingan rakyat kecil.
  • Berpihak dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu adalah contoh pemimpin yang selalu berpatroli setiap malam, memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Demikian pula dengan khalifah Umar bin Abdul Azis, yang mampu mengentaskan kemiskinan melalui instrumen zakat, hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Inilah model kepemimpinan yang selalu didambakan kehadirannya oleh seluruh masyarakat kapan dan dimanapun, termasuk Negara yang kita cintai ini. Mudah-mudahan melalui pemimpin yang demikianlah, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik dan sejahtera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar